Senin, 27 Februari 2017

Riwayat Hidup Singkat Kyai Nur Salim Akhyar (Pendiri Ma'had Ar-Roudhotul Ilmiyah Kertosono)

Riwayat Hidup Ustadz H. Salim Akhyar

Pengasuh Pondok Pesantren Taman Pengetahuan Kertosono

Pada tahun 1924 telah belajar di pondok pesantren tebuireng jombang sampai tamat. Lalu mengajar di beberapa tempat di jawa timur. Kemudian pada tahun 1937 telah mengembara keluar negeri untuk menambah pengalaman. Negara-negara yang dikunjungi antara lain: malaysia, thailand, birma, india sampai terus ke mekkah, dan perjalanan tersebut dicapai dalam waktu dua tahun. Sesampai di mekkah lalu belajar di perguruan tinggi Al-Ma'had al-ilmi as-su'udi di mekkah hingga tamat. Lalu mengajar pada madrasah indonesia di mekkah selama satu tahun, lalu mendirikan "Panitia Penolong Kelaparan" di mekkah juga.

Kemudian pada tahun 1944 telah pergi meninggalkan kota mekkah untuk memperluas pengalamannya, dengan pergi ke beberapa negara, antara lain ke iraq, siria, kairo, sudan, chabsinia, somoli, yaman, aden. Setelah tinggal beberapa minggu di aden, kemudian beliau pergi ke pakistan, india, sailon, singapura. Kemudian pada tahun 1946 telah tiba kembali di indonesia. Setelah beberapa bulan mengunjungi pondok-pondok di jawa timur, lalu menuju kertosono. Kemudian mendapatkan sebidang tanah dari ahli waris ibu Hj. Siti Maryam yang terletak di timur pasar kertosono. Kemudian mendirikan sebuah pondok pesantren dan madrasah di tanah tersebut diatas bahan-bahan yang sangat sederhana. Dan sampai kini pondok tersebut masih terus berjalan walaupun keadaan ruangannya sangat kurang sempurna namun muridnya selalu bertambah.

Sekianlah riwayat singkat dari bapak  ustadz H. Salim Akhyar pengasuh pondok pesantren Taman Pengetahuan Kertosono.

Lahul Fatihah...

NB:
Yang dimaksud birma adalah burma (myanmar), chabsinia adalah abessinia (habasyah, tempat hijrah pertama sebelum ke madinah) atau juga dikenal etiopia, somoli adalah somalia, dan aden adalah sebuah kota di yaman, dan sailon adalah sri langka.

Sebuah riwayat hidup singkat ini dibuat oleh Kyai H. Salim Akhyar sendiri, yang kemudian diperbanyak dan diberikan ke hampir seluruh santrinya waktu itu, salah satunya adalah H. Tarmudji, S.Pd.

Dan diperbanyak lagi oleh beliau H. Tarmudji, S.Pd. pada 6 juli 2013 di blimbing paciran lamongan.

Ditulis ulang dan diperbaiki beberapa katanya oleh saya dan M. Firdaus A'la pada selasa, 28 februari 2017 di gowah blimbing paciran lamongan.

Semoga dengan sedikit tulisan ini menumbuh kembangkan cinta kita kepada Pondok tercinta, Para Kyai dan Guru semua.

Jumat, 10 Februari 2017

Dawuh Kyai Ali Mansur Kastam (2)


  • Pimpinlah rakyat dengan baik, agar hidupnya sejahtera.

  • Do'a orang yang teraniyaya itu mustajab.

  • Kamu nggak boleh pamer.

  • Kalau punya hutang, kemudian begitu punya uang, cepat-cepatlah disaur.

  • Kalau gegabah akhirnya moga menyesal.

  • Cinta dunia yo boleh, namun dengan cara yang baik.

  • Allah pasti menang.

  • Kamu harus istiqomah alat thoroqoh (diatas suatu jalan, terj).

  • Yang penting istiqomah.

Dawuh Kyai Ali Mansur Kastam (1)


  • Jangan sekali-kali menyakiti orang.

  • Persahabatan lebih enak dari pada permusuhan.

  • Kata-kata yang bagus itu perlu.

  • Kamu harus bisa membuat orang senang.

  • Sesama saudara harus putih jobo-jero, tidak ada masalah.

  • Kamu harus menanamkan ukhuwah dalam hatimu.

  • Kamu besok kalau menjadi penguasa / mempunyai kekuasaan, jangan sampai kekuasaanmu kamu salah gunakan.

  • Ingat! Diatas langit masih ada langit.

  • Kekuasaan (itu) tidak langgeng.

Kamis, 09 Februari 2017

Dawuh Kyai Nur Salim Akhyar



  • saya hanya ingin mempunyai murid yang baca arab, itu seperti baca koran.

  • Kalau orang sudah tidak suka bahasa arab, lambat laun tidak suka al-qur'an.

  • Keluar dari sini (lulus mondok, -pen) harus bisa mengembangkan ilmunya.