Rabu, 20 April 2022

Sejarah Singkat Logo YTP kertosono


Ponpes ytp kertosono adalah ponpes yg berdiri pada tahun 1949 Masehi, perintis sekaligus Kyai pertama adalah KH. Salim Akhyar...
    Awal² berdiri, pondok ini belum punya logo, karena memang waktu itu yang diutamakan adalah transfer keilmuan dari sang Kyai... mungkin pernah terbesit untuk dibuat, namun belum juga terwujud...

    Baru ditahun 1071/1072 Ma'had Ar-Roudhotul Ilmiyah mengadakan lomba membuat logo ma'had bagi santri-santri. Yang nantinya, karya terbaik dan paling bagus akan dijadikan sebagai logo resmi Ma'had Ar-Roudhotul Ilmiyah.

    Lomba ini disambut dengan baik dan meriah oleh para santri. Dijadikan sebagai kesempatan emas oleh mereka. Banyak santri yg ikut berpartisipasi didalamnya. Tak lupa, semangat membara mereka bawa ketika mengikuti lomba.

    Satu sama lain santri beradu membuat karya. Segala kemampuan dicurahkan. Mereka sangat serius membuat logo ini, mereka tidak mau logo ini hanya sebatas logo. Namun harus yang terbaik dan mengandung arti yang mendalam...
    "Karena logo ini akan menjadi wujud identitas, simbol dan sumber inspirasi bagi pondok dan para santri"
    Semuanya antusias, baik santri-santri yang dari kidul-an (nganjuk, jombang, dll) maupun yang dari lor-an / pesisir (lamongan, tuban, dll). Tak mau kalah, yang dari pulau sebrang yaitu kalimantan, semua fastabiqul khoirot, ingin menghasilkan yang terbaik.

    Waktu terus berjalan. Sampai akhirnya, batasan waktu telah habis. Semua karya dikumpulkan untuk dipilih mana yang dirasa paling baik dan bagus.

    Para santri beharap cemas menenggu pengumuman siapa yang menang.

    Dan akhirnya karya yang terpilih sebagai karya paling bagus dan baik, adalah karya dari dua santri asal Blimbing-paciran-lamongan, Kang Kasurip dan Kang Yunus. Selanjutnya dua logo ini dipadukan jadi satu.

    Jadilah logo itu seperti yang kita lihat sekarang. Dijadikan sebagai logo resmi Ma'had Ar-Roudhotul Ilmiyah dan sangat dibanggakan para santrinya sampai mereka tua.


.......

Adapun untuk makna tiap-tiap gambar dan warnanya akan dijelaskan diwaktu yang lain, sekian.

Terima kasih pondokku

Kyai-Kyai Pondok YTP Kertosono dari generasi ke generasi

I. Kyai Nur Salim Akhar

II. Kyai Musta'in Kastam

III. Kyai Ali Mansur Kastam, Kyai Ali Hamdi, dan Kyai Ja'far Yasya'

Senin, 27 Februari 2017

Riwayat Hidup Singkat Kyai Nur Salim Akhyar (Pendiri Ma'had Ar-Roudhotul Ilmiyah Kertosono)

Riwayat Hidup Ustadz H. Salim Akhyar

Pengasuh Pondok Pesantren Taman Pengetahuan Kertosono

Pada tahun 1924 telah belajar di pondok pesantren tebuireng jombang sampai tamat. Lalu mengajar di beberapa tempat di jawa timur. Kemudian pada tahun 1937 telah mengembara keluar negeri untuk menambah pengalaman. Negara-negara yang dikunjungi antara lain: malaysia, thailand, birma, india sampai terus ke mekkah, dan perjalanan tersebut dicapai dalam waktu dua tahun. Sesampai di mekkah lalu belajar di perguruan tinggi Al-Ma'had al-ilmi as-su'udi di mekkah hingga tamat. Lalu mengajar pada madrasah indonesia di mekkah selama satu tahun, lalu mendirikan "Panitia Penolong Kelaparan" di mekkah juga.

Kemudian pada tahun 1944 telah pergi meninggalkan kota mekkah untuk memperluas pengalamannya, dengan pergi ke beberapa negara, antara lain ke iraq, siria, kairo, sudan, chabsinia, somoli, yaman, aden. Setelah tinggal beberapa minggu di aden, kemudian beliau pergi ke pakistan, india, sailon, singapura. Kemudian pada tahun 1946 telah tiba kembali di indonesia. Setelah beberapa bulan mengunjungi pondok-pondok di jawa timur, lalu menuju kertosono. Kemudian mendapatkan sebidang tanah dari ahli waris ibu Hj. Siti Maryam yang terletak di timur pasar kertosono. Kemudian mendirikan sebuah pondok pesantren dan madrasah di tanah tersebut diatas bahan-bahan yang sangat sederhana. Dan sampai kini pondok tersebut masih terus berjalan walaupun keadaan ruangannya sangat kurang sempurna namun muridnya selalu bertambah.

Sekianlah riwayat singkat dari bapak  ustadz H. Salim Akhyar pengasuh pondok pesantren Taman Pengetahuan Kertosono.

Lahul Fatihah...

NB:
Yang dimaksud birma adalah burma (myanmar), chabsinia adalah abessinia (habasyah, tempat hijrah pertama sebelum ke madinah) atau juga dikenal etiopia, somoli adalah somalia, dan aden adalah sebuah kota di yaman, dan sailon adalah sri langka.

Sebuah riwayat hidup singkat ini dibuat oleh Kyai H. Salim Akhyar sendiri, yang kemudian diperbanyak dan diberikan ke hampir seluruh santrinya waktu itu, salah satunya adalah H. Tarmudji, S.Pd.

Dan diperbanyak lagi oleh beliau H. Tarmudji, S.Pd. pada 6 juli 2013 di blimbing paciran lamongan.

Ditulis ulang dan diperbaiki beberapa katanya oleh saya dan M. Firdaus A'la pada selasa, 28 februari 2017 di gowah blimbing paciran lamongan.

Semoga dengan sedikit tulisan ini menumbuh kembangkan cinta kita kepada Pondok tercinta, Para Kyai dan Guru semua.

Jumat, 10 Februari 2017

Dawuh Kyai Ali Mansur Kastam (2)


  • Pimpinlah rakyat dengan baik, agar hidupnya sejahtera.

  • Do'a orang yang teraniyaya itu mustajab.

  • Kamu nggak boleh pamer.

  • Kalau punya hutang, kemudian begitu punya uang, cepat-cepatlah disaur.

  • Kalau gegabah akhirnya moga menyesal.

  • Cinta dunia yo boleh, namun dengan cara yang baik.

  • Allah pasti menang.

  • Kamu harus istiqomah alat thoroqoh (diatas suatu jalan, terj).

  • Yang penting istiqomah.

Dawuh Kyai Ali Mansur Kastam (1)


  • Jangan sekali-kali menyakiti orang.

  • Persahabatan lebih enak dari pada permusuhan.

  • Kata-kata yang bagus itu perlu.

  • Kamu harus bisa membuat orang senang.

  • Sesama saudara harus putih jobo-jero, tidak ada masalah.

  • Kamu harus menanamkan ukhuwah dalam hatimu.

  • Kamu besok kalau menjadi penguasa / mempunyai kekuasaan, jangan sampai kekuasaanmu kamu salah gunakan.

  • Ingat! Diatas langit masih ada langit.

  • Kekuasaan (itu) tidak langgeng.

Kamis, 09 Februari 2017

Dawuh Kyai Nur Salim Akhyar



  • saya hanya ingin mempunyai murid yang baca arab, itu seperti baca koran.

  • Kalau orang sudah tidak suka bahasa arab, lambat laun tidak suka al-qur'an.

  • Keluar dari sini (lulus mondok, -pen) harus bisa mengembangkan ilmunya.